Putra keluarga terkaya sudah koma selama tiga tahun. Bahkan tabib terbaik pun tak berdaya. Lalu dia tiba—seorang pengemis wanita yang kumal. Mereka tertawa. Mereka mencibir. Pedang dihunus. Dia tak bergeming. Satu gerakan. Satu sentuhan. Ruangan menjadi hening. 'Siapkan bak mandi. Air panas. Kelopak mawar—tutupi seluruh permukaannya. Dan pria tampan itu?' Dia menunjuk sang pewaris. 'Bawa dia padaku.'